Sabtu, 14 Maret 2009

'Geger' Paus atau Hiu? Pantai Jomblom Ramai Pengunjung

Kendal-Warga desa Margorejo Kec. Cepiring, Jumat (20/2/09) pagi digemparkan oleh dua ekor ikan besar yang terdampar di pantai wisata Jomblom (2 km ke arah barat dari area wisata). Ada yang menyebut ikan paus, sebagian menyebut ikan hiu bahkan ada yang mengatakan termasuk ikan cucut. Sampai Minggu (22/2/09) pantai tersebut masih ramai dikunjungi oleh warga sekitar dan bahkan dari luar daerah untuk sekedar melihat keunikan yang langka dan -mungkin- baru kali terjadi di sini. Oleh para nelayan sebenarnya ikan tersebut sudah ditarik ke tengah laut dengan menggunakan dua buah perahu supaya terselamatkan. Tapi karena dalam kondisi yang sudah lemah kedua ikan tersebut terseret oleh ombak sehingga kembali ke tepi pantai. Naasnya keduanya tidak tertolong, dan mati. Bangkai kedua ikan tersebut mengundang warga untuk segera membuangnya karena sudah menimbulkan bau yang tidak sedap -anyir dan amis. Semula ikan yang lebih besar -berwarna polos abu-abu- dikubur di pinggiran pantai. Namun, karena terkena abrasi ombak sebagian badan ikan kembali terlihat. Entah siapa yang memulai warga berinisiatif memoton-motong tubuh ikan tersebut supaya mudah bila dikubur dan dagingnya bisa dijual -tapi tidak laku akhirnya di buang kembali. Dan, akhirnya kedua ikan tersebut bisa dikubur di pinggiran pantai tersebut.

TUHAN MENCIPTAKAN KEJAHATAN ???

Kejahatan adalah Ketiadaan Sinar Tuhan

Kejahatan adalah Ketiadaan Sinar Tuhan

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa- mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “ApakahTuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor.

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?”
Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -46′F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas”.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau
gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.

Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya
kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Siapakah sang Mahasiswa? Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

++++++++++++ +++++++++ +++++

Quote: “Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari orang dengan batu, tetapi dibalas dengan buah.” (Abu Bakar Sibli)

Clinical Services, Upaya Mengentaskan Ketertinggalan Penguasaan SKL

Assalamualaikum wr. wb.

Sukurin looo

Sukurin looo

Kurang lebih dua bulan menjelang Ujian Nasional, sepertinya tidak ada komponen yang tidak tegang dan resah dalam mensikapi pelaksanaan UN 2009 yang akan diselenggarakan pada pertengahan april 2009 ini. Segala upaya yang mungkin dapat dilakukan oleh sekolah dan guru dan tentunya siswa dicoba untuk dilakukan guna memberikan kesiapan yang lebih baik bagi menghadapinya.
SMA Cepiring dengan kondisi yang ada pada saat ini menjelang ujian nasional tidak berbeda dengan sekolah-sekolah lain yang selalu berusaha-dan berusaha guna memperbaiki kemampuan siswa dalam menghadapi Ujian Nasional tersebut, secara regular persiapan Ujian dilakukan dengan memberikan penguatan pada kompetensi-kompetensi yang diisyaratkan dalam SKL dalam kegiatan Regular maupun kegiatan tambahan pelajaran bagi kelas XII pada jam 9, 10 dan 11 yang praktis siswa setiap harinya kecuali hari selasa dan jumat baru dapat pulang jam 16.30, yang tentunya dengan tingkat kecapaian dan stressing yang cukup besar.
Dari hasil Try out 1 yang dilaksanakan oleh Dikpora Kabupaten Kendal dan dengan hasil yang cukup memprihatinkan (tidak hanya untuk SMA Cepiring, tetapi hampir di semua sekolah) maka Sekolah menanggapinya dengan meluncurkan program baru yang diharapkan dapat semakin membantu siswa dalam menyiapkan Ujian Nasional tersebut, target progam ini adalah siswa yang memiliki nilai hasil try out jauh dari harapan semula, yaitu dengan mengambil 10 siswa terjelek nilainya dalam try out 1 tersebut. Alhasil siswa dari hari senin sampai sabtu tidak ada waktu untuk istirahat karena hari Selasa dan Jumat yang selama ini dapat digunakan untuk rehat melepaskan ketegangan UN digunakan juga untuk kegiatan clinical service, dan bahkan ada yang menggunakan hari minggu untuk kegiatan tersebut.
Pada sisi lain diluar kompetensi kognitif yang terus digembleng secara mentalpun SMA Cepiring dicoba dilaksanakan dengan memberikan Suporting semangat melalui kegiatan Quantum Learning yang dipandu oleh Bp Novel, pada acara ini siswa diberikan kiat-kiat sukses dan keyakinan untuk berbuat yang terbaik pada Ujian Nasional nanti.
Terima Kasih, wassalam